sepak bola

Aubameyang

Penampilan Aubameyang Top Banget

Pierre-Emerick Aubameyang dari Chelsea dianggap sebagai pilihan yang andal untuk peluang melawan tim bola online mana pun. Pemain Gabon itu telah mencetak gol ke gawang Milan, yang dikatakan impresif.

Dilansir oleh www.bianconerionline.com Chelsea mengalahkan Milan 2-0 saat berlaga di San Siro. Jorginho dan Aubameyang mencetak gol untuk Chelsea pada Rabu, 10 Desember 2022.

Jorginho mencetak gol melalui tendangan penalti dengan namanya ditambahkan ke papan skor. Selain itu, Mason Mount mengoper bola ke Aubameyang untuk mencetak gol lagi dengan namanya di papan skor.

Situs web Whoscored melaporkan bahwa Aubameyang hanya melakukan 36 sentuhan selama 78 menit. Kai Havertz menggantikannya setelah Robert Green menyadari betapa sedikit sentuhan yang dimiliki Aubameyang. Alhasil, mantan kiper Inggris itu memberinya pujian.

Pierre-Emerick Aubameyang nyaris tidak menyentuh bola dalam pertandingan, tetapi dia masih mencetak gol satu sentuhan yang fantastis melawan Milan, menurut komentar BBC.

Milan ingin mengontrol seluruh lapangan permainan, tetapi mereka meninggalkan banyak ruang di semua sisi. Umpan cerdas Mason Mount memberi umpan terobosan kepada Raheem Sterling. Namun, Aubameyang mencegat bola sebelum Sterling bisa.

Aubameyang, mantan pemain Barcelona dan Arsenal, adalah pemain tertajam Chelsea di bawah arahan Graham Potter. Dia mencetak tiga gol saat berada di tim mereka.

Sports

Hati-Hati MU, Kejadian Lama Bisa Terulang Kembali

Manchester United dapat saja mengulangi sejarah suram terulang kembali 48 tahun silam. itu diucapkan Willie Morgan, mantan kapten MU saat degradasi tahun 1974.
MU mengawali Liga Inggris 2022/2023 dengan hasil jeblok. Setan Merah tumbang dalam dua lomba beruntun, kemasukan enam kali dan cuma memasukkan satu gol.

Rinciannya, MU keok 1-2 ketika menjamu Brighton & Hove Albion pada minggu pembuka. Cristiano Ronaldo cs kemudian tumbang 0-4 di sangkar Brentford.

Kondisi kian berat dikala Manchester United seharusnya berseteru dengan Liverpool pada minggu ketiga, Selasa (23/8/2022). MU makin terbenam di dasar klasemen seandainya keok dalam lomba hal yang demikian.

Kondisi buruk MU dikala ini disorot mantan penggawa Setan Merah pada jangka waktu 1970-an, Willie Morgan. Ia membandingi keadaan regu ketika ini dengan MU kala dirinya masih aktif bermain.

 

Morgan menjadi kapten MU dikala patut turun kasta ke divisi dua pada 1974, sesudah finis di posisi ke-21 dari 22 regu. Degradasinya MU dikala itu cukup mengagetkan, mengingat enam tahun sebelumnya Manchester Merah jawara Piala Champions (kini Liga Champions).

“Kemujuran terang memudar di United musim itu dan semua sesuatu yang keliru menjadi kekeliruan bagi kami. Anda tidak pernah berdaya upaya Anda dapat degradasi saat Anda berada di klub sebesar United, tapi semuanya menonjol berkonspirasi melawan kami,” kata Morgan terhadap The Sun.

Itu Anda berada dalam keadaan itu dan gravitasi menarik kaki Anda dan tak ada yang berjalan cocok kemauan Anda, sungguh menakjubkan alangkah susahnya buat keluar dari situasi sulit,” sambungnya

“Terlalu dini untuk mengatakan regu ketika ini berada dalam pertarungan degradasi sebab mereka baru menjalani dua lomba, melainkan mereka mesti berbuat bersama dan mengerjakannya dengan pesat.”

“Sisi ketika ini nampak tak berdaya dan itu yaitu sesuatu yang tidak akan pernah dapat disamakan dengan regu kami, dan pemain-pemain seperti Harry Maguire menonjolkan banyak kemunduran.”

” yang benar-benar mengkhawatirkan aku merupakan fakta mereka benar-benar acak-acakan di dalam dan di luar lapangan. Ini yakni situasi yang menyedihkan dan menghancurkan hati aku sebab aku mencintai klub ini,” Willie Morgan mengucapkan.